Catatan Nurnas

Pertama Diserahkan, HM Nurnas Serahkan Alsintan Rp 1,6 Miliar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Foto : HM Nurnas pada 2022 untuk aspirasi pasca panen senilai Rp 1,604 Miliar, Senin 18/7 di Ketapiang Padang Pariaman. (riko)

Padang Pariaman, –Aspirasi HM Nurnss terkait Alsintan ini adah penyerahan di pasca (setelah panen), ada juga aspirasi di pra panen.

Menurut Kabid Tanaman Pangan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultural (PTPH) Sumbar Ir Yustiadi, penyerahan pokok pikiran (Pokir) berujud program di Dinas PTPH Sumbar pertama diserahkan pada tahun anggaran 2022 ini.

“Pokir pak HM Nurnas lah yang pertama kami serahkan di Sumbar, hebat lagi Pak HM  Nurnas memperjuangakn aspirasi karena langsung turun ke masyarakat di daerah pemilihannya (Padang Pariaman-Pariman) dan memperjuangkan aspirasi itu di DPRD Sumbar,” ujar Ir Yustiadi saat penyerahan 18 Alsintan Pasca Panen di Ketapiang Padang Pariaman, Senin 18/7.

Untuk pasca panen ini tercatat di ApBD Sumbar 2022 pada rekening Dinas PTPH sebesar Rp 1,604 miliar.

“Pasca panen penyerahannya pertama aspirasi pak HM Nurnas, aspirasi wakil rakyat belum menyerahkan proposalnya. Bagi kami yang sudah ada propisal itu kami tender dulu karena inj terkait kinerja dalam realisasi anggaran di dinas kami. Selain mesin penguriak padi dan jagung, juga ada Becak Motor yang tengah proses tender,” ujar Ir Yustiadi.

HM. Nurnas dengan Dinas PTPH menyerahkan pengiriak padi dan jagung ke 18 kelompok tani di Pilubang Ketaping Batang Anai Padang Pariaman, Senin 18 Juli 2022.

“Selagi aspirasi, komitmen saya adalah tetap berjuang habis-habisan untuk memperjuangkannya,” ujar HM Nurnas.

Menurut PPL Padang Pariaman Nanda, kelompok tani jangan tamaruk, apa yang diaspirasikan sesuaikan denha kebutuhan.

“Jangn minta Becak Motor sementara lahan kita tidak vsia dilewati, atau minta mesin pemotong jagung sedangakn lahan kira padi. Selain itu jangan Alsintan ini merasakan hak milik ketua saja, tapi ini punya kelompok tani, ayo kelola dan jadikan dari satu menjadi da atau tiga,” ujar Nanda (ndi)

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Scroll to Top